Pada Minggu, 14 Desember, pemerintah Thailand mengambil langkah drastis dengan memberlakukan darurat militer dan jam malam di beberapa distrik di perbatasan dengan Kamboja. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dan bentrokan antara kedua negara.
Menurut sumber resmi, darurat militer dan jam malam diberlakukan di distrik Aranyaprathet, Sa Kaeo, dan Khlong Hat, yang terletak di provinsi Sa Kaeo. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Bentrokan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, dengan kedua pihak saling menuduh melakukan provokasi dan serangan. Konflik ini dipicu oleh perbedaan pendapat tentang perbatasan dan sengketa wilayah.
Menurut laporan, pada Sabtu, 13 Desember, pasukan Thailand dan Kamboja terlibat dalam pertempuran sengit di perbatasan, yang menyebabkan beberapa korban jiwa dan luka-luka. Kedua pihak juga melaporkan adanya kerusakan pada infrastruktur dan properti.
Pemerintah Thailand telah mengumumkan bahwa darurat militer dan jam malam akan berlaku selama 30 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika situasi belum membaik. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan mencegah penyebaran konflik ke wilayah lain.
Sementara itu, pemerintah Kamboja juga telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di perbatasan. Menurut laporan, pasukan Kamboja telah dikerahkan ke perbatasan untuk mencegah infiltrasi dan serangan dari Thailand.
Konflik antara Thailand dan Kamboja bukanlah hal baru. Kedua negara telah memiliki sengketa perbatasan selama beberapa dekade, yang telah menyebabkan beberapa insiden dan pertempuran. Namun, konflik terbaru ini dianggap lebih serius dan berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.
Pemerintah internasional telah menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mencari solusi damai. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan ASEAN telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.
Sementara itu, warga sipil di perbatasan telah terkena dampak langsung dari konflik. Banyak warga yang telah mengungsi ke wilayah yang aman, sementara yang lain tetap berada di rumah mereka dengan harapan situasi akan membaik.
Pemerintah Thailand dan Kamboja telah diharapkan untuk segera menemui solusi damai dan menghentikan konflik yang telah menyebabkan penderitaan bagi warga sipil. Namun, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera berakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara Thailand dan Kamboja telah menjadi perhatian internasional. Media massa dan organisasi internasional telah meliput dan mengomentari situasi, dengan banyak yang menyerukan penyelesaian damai.
Sementara itu, pemerintah Thailand dan Kamboja terus melakukan komunikasi diplomatik untuk mencari solusi. Namun, sampai saat ini, belum ada kemajuan yang signifikan dalam penyelesaian konflik.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Thailand dan Kamboja telah membaik, dengan kedua negara melakukan kerja sama ekonomi dan politik. Namun, konflik terbaru ini telah memicu kekhawatiran bahwa hubungan kedua negara akan memburuk.
Konflik antara Thailand dan Kamboja juga telah memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap keamanan regional. ASEAN, organisasi regional yang beranggotakan 10 negara, telah menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mencari solusi damai.
Sementara itu, pemerintah Thailand dan Kamboja terus melakukan upaya untuk meningkatkan keamanan di perbatasan. Pasukan kedua negara telah dikerahkan ke perbatasan untuk mencegah infiltrasi dan serangan.
Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara Thailand dan Kamboja telah menjadi perhatian utama bagi masyarakat internasional. Banyak yang menyerukan penyelesaian damai dan mengharapkan agar kedua pihak dapat menemui solusi yang adil dan damai.
Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera berakhir. Namun, dengan upaya diplomatik dan komunikasi yang terus dilakukan, diharapkan bahwa konflik dapat segera diatasi dan hubungan antara Thailand dan Kamboja dapat membaik kembali.