Korea Utara (Korut) pada Minggu (4/1) melakukan uji coba rudal hipersonik yang menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer di Laut Jepang. Uji coba ini dilakukan di bawah pengawasan langsung Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong Un. Dalam kesempatan ini, Kim Jong Un menyinggung aksi Amerika Serikat (AS) di Venezuela.
Menurut laporan dari Korut, rudal hipersonik yang diuji coba memiliki kemampuan menghantam sasaran dengan akurasi tinggi dan kecepatan yang sangat tinggi. Uji coba ini dianggap sebagai langkah Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.
Dalam pernyataan resminya, Korut menyatakan bahwa uji coba rudal hipersonik ini merupakan bagian dari upaya negara untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dan menangkal ancaman dari luar. Korut juga menegaskan bahwa uji coba ini tidak bertujuan untuk mengancam negara lain, tetapi untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Kim Jong Un menyinggung aksi AS di Venezuela dalam pidatonya setelah uji coba rudal hipersonik. Ia menyatakan bahwa AS telah melakukan intervensi militer di Venezuela dan mencoba menggulingkan pemerintahan yang sah di negara itu. Kim Jong Un juga menegaskan bahwa Korut akan terus mendukung pemerintah Venezuela dan rakyatnya dalam menghadapi tekanan dari AS.
Uji coba rudal hipersonik Korut ini mendapat perhatian internasional. Jepang dan AS segera mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan Korut. Jepang menyatakan bahwa uji coba rudal hipersonik Korut ini merupakan ancaman serius bagi keamanan Jepang dan kawasan Asia Timur. AS juga menyatakan bahwa uji coba ini merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba rudal hipersonik. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan kawasan.
Uji coba rudal hipersonik Korut ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan Korut dalam mengembangkan teknologi militer. Korut telah melakukan beberapa uji coba nuklir dan rudal balistik dalam beberapa tahun terakhir. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.
Dalam beberapa hari terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba militer. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan kawasan.
Pemerintah AS telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan Korut. Mereka menyatakan bahwa uji coba rudal hipersonik Korut ini merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. AS juga menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung Jepang dan negara-negara lain di kawasan dalam menghadapi ancaman dari Korut.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Korut dan AS telah memburuk. AS telah melakukan beberapa tindakan untuk meningkatkan tekanan pada Korut, termasuk dengan melakukan latihan militer bersama dengan Jepang dan Korea Selatan. Korut telah menanggapi tindakan AS dengan melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik.
Uji coba rudal hipersonik Korut ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan kawasan. Dalam beberapa hari terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba militer. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba nuklir dan rudal balistik. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan kawasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba militer. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan kawasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Korut dan AS telah memburuk. AS telah melakukan beberapa tindakan untuk meningkatkan tekanan pada Korut, termasuk dengan melakukan latihan militer bersama dengan Jepang dan Korea Selatan. Korut telah menanggapi tindakan AS dengan melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik.
Dalam beberapa hari terakhir, Korut telah melakukan beberapa uji coba militer. Uji coba ini dianggap sebagai bagian dari upaya Korut untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya. Namun, uji coba ini juga mendapat perhatian internasional dan menimbulkan kekhawat