Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan investasi asing, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia. Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah mengundang Australia untuk berinvestasi di Indonesia, terutama dalam sektor strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.
Menurut sumber istana, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerjasama investasi antara Indonesia dan Australia dalam berbagai sektor, termasuk infrastruktur, energi, dan teknologi. Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan sebagai mitra strategis Australia di kawasan.
“Kita memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kerjasama investasi antara Indonesia dan Australia,” kata Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Australia. “Kita perlu memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kita.”
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti keunggulan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, dan lokasi yang strategis di tengah-tengah jalur perdagangan internasional.
“Indonesia adalah negara yang memiliki keunggulan komparatif dalam berbagai sektor,” kata Presiden Prabowo. “Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak, gas, dan mineral. Kita juga memiliki pasar domestik yang besar dan lokasi yang strategis di tengah-tengah jalur perdagangan internasional.”
Menanggapi undangan Presiden Prabowo, Perdana Menteri Australia menyatakan bahwa Australia siap untuk meningkatkan kerjasama investasi dengan Indonesia. Ia menekankan bahwa Australia memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia Tenggara dan ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan ini.
“Australia sangat tertarik untuk meningkatkan kerjasama investasi dengan Indonesia,” kata Perdana Menteri Australia. “Kita memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia Tenggara dan ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan ini.”
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi salah satu tujuan investasi yang paling menarik di Asia Tenggara. Negara ini memiliki ekonomi yang terus tumbuh, infrastruktur yang membaik, dan kebijakan investasi yang lebih terbuka. Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah dan pasar domestik yang besar.
Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing di Indonesia telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, investasi asing di Indonesia mencapai Rp 1.206 triliun, naik 15,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam sektor infrastruktur, Indonesia telah melaksanakan berbagai proyek besar, termasuk pembangunan jalan tol, kereta api, dan pelabuhan. Proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses ke pasar domestik dan internasional.
Di sektor energi, Indonesia telah melaksanakan kebijakan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Negara ini telah menargetkan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan menjadi 23% dari total konsumsi energi pada tahun 2025.
Dalam sektor teknologi, Indonesia telah melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam berbagai sektor. Negara ini telah menargetkan untuk meningkatkan kontribusi sektor TIK terhadap PDB menjadi 10% pada tahun 2025.
Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke Australia diharapkan dapat meningkatkan kerjasama investasi antara kedua negara dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.